Release Date : 10 April 2014 (USA)
Genre : Action, Scifi
Director : Wally Pfister
Cast : Johnny Depp, Rebecca Hall, Paul Bettany, Kate Mara, Cillian Murphy, Cole Hauser, Morgan Freeman
Quality : Bluray 1080p
Size : 1,46 GB
Subtitle : Indonesia
Download Movie :
PART 01
PART 02
PART 03
PART 04
PART 05
PART 06
PART 07
PART 08
Password : sedotfilm21
Alur Cerita :
Dengan atau tanpa lumuran make-up tebal, nama Johnny Depp masih punya pesona kuat buat penontonnya menonton Transcendence tanpa tahu terlebih dahulu apa isi sci-fi thriller yang ditawarkan sutradara debutan Wally Pfister ini. Jika Depp saja mungkin belum cukup meyakinkanmu, dan kamu masih trauma dengan The Lone Ranger, masih ada Morgan Freeman, Rebecca Hall, Paul Bettany sampai Cillian Murphy di dalamnya turut meramaikan film yang di eksekutif produseri oleh Christopher Nolan ini.
Tetapi sebenarnya kekuatan Transcendence tidak melulu berasal dari pikatan ensemble cast-nya, konsep fiksi ilmiah yang ditawarkannya menghadirkan premis lama yang dipoles lebih ambisius dan juga provokatif pun terasa menantang. Konsep tetang manusia, mesin dan teknolgi, dalam kasus Transcendence, Pfister besama penulis naskah Jack Paglen mencoba membawanya lebih jauh untuk mencapai apa yang disebut dengan “keajaiban teknologi”. Ya, jika kamu kebetulan sudah mencicipi trailer dua setengah menitnya, sebenarnya kamu sudah nyaris tahu terlalu banyak tentang apa yang akan disajikan Transcendence di 119 menit durasinya.
Ini adalah cerita tentang pasutri yang juga ilmuwan AI jenius, Dr. Will dan Evelyn Caster (Johnny Depp & Rebecca Hall) yang punya ambisi untuk merubah dunia menjadi lebih baik dengan teknologi ciptaan mereka. Tetapi tidak semua orang suka dengan apa yang dilakukan Will dan Evelyn, terutama dari para teroris anti teknologi pimpinan Bree (Kate Mara) yang lalu mengambil tindakan radikal, membunuh semua ilmuwan komputer tidak terkecuali Will yang pada akhirnya harus tewas terkena racun radiasi. Tetapi sebelum meninggal, Evelyn bersama sahabatnya, Max Waters (Paul Bettany) melakukan hal yang tak kalah radikalnya, yakni mengungah otak Will ke program ciptaan mereka dan menjadikan Will sebagai AI paling hebat yang pernah diciptakan manusia. Tetapi seperti kata paman Ben, “With great power, comes great responsibility” dan tanggung jawab luar biasa itu berada di tangan Evelyn yang tidak pernah menyangka bahwa apa yang dilakukannya ternyata berkembang di luar kendali dan seperti tidak akan pernah bisa dihentikan.
Transcendence memang menjadi debut penyutradaraan Wally Pfister, namun sebenarnya ia bukan orang asing lagi ketika berada di belakang kamera. Pfister adalah sinematografer hebat yang juga langganan Christopher Nolan dalam melensakan film-film sang master dari Memento sampai The Dark Knight Rises, bahkan Nolan sepertinya juga turut berjasa ‘meminjamkan’ beberapa aktor dan aktrisnya untuk bermain di film pertama Pfister ini termasuk Morgan Freeman, Cillian Murphy dan Rebecca Hall serta memberi bonus besar dalam wujud Johnny Depp sebagai karakter sentralnya.
Tetapi debutan tetaplah debutan, dan meskipun Transcendence terasa solid di konsep dan visualnya ia masih punya banyak kekurangan mendasar. Selain menyianyikan beberapa cast-nya macam Morgan Freeman dan Cillian Murphy, yang jelas terlihat adalah bentukan plotnya yang berjalan lambat, terutama pada pembukaan sampai 20-30 menit selanjutnya, yap, itu sedikit membosankan dan minim emosi belum lagi premisnya yang sedikit berat. Tetapi setelahnya, ketika karakter Will mencapai tahapannya bermain sebagai Tuhan, Transcendence perlahan mulai mengeluarkan kekuatannya. Daya pikatnya ada pada kejaiban teknologi yang menakjubkan yang berhasil diciptakan Will dalam wujud AI. Will melakukan banyak hal yang belum pernah disentuh oleh manusia, membuat mereka kagum sekaligus takut di saat bersamaan akan sepak terjang sang mesin yang seakan tidak pernah berhenti. Dan seperti penontonnya, para karakter manusianya pun meragukan apakah benar-benar masih ada Will di sana.
Nah, krisis kepercayaan dan ketakutan manusia akan teknologi yang berkembang terlampau pesat ini memang yang sepertinya menjadi bahan menarik untuk diperbicangakan dalam Transcendence. Pfister cukup pintar untuk menutupi beberapa hal yang membuat para karakter dan penontonnya punya alasan besar untuk meragukan kemanusiaan Will, apakah sang dokter masih sama seperti yang dulu? Apakah kini ia hanya komputer super canggih yang punya ambisi menguasai dunia dengan kecerdasaan tanpa batasnya? Romasanya sepertinya memang sengaja harus sedikit dikorbankan untuk menciptakan teritori beranama “keraguan” dan “ketakutan”, sekali lagi kita tidak tahu apakah Will masih benar-benar mencitai Evelyn atau ia hanya memafaatkan istrinya untuk ambisinya. Dan penampilan Depp yang ‘normal’ dan dingin membuat semuanya menjadi terasa kabur. Ya, kita tidak benar-benar tahu apa yang terjadi sampai Transcendence berakhir nanti, yang pasti ada aroma penuh ancaman yang terbentuk dari setiap teknologi baru buatan Will yang menakjubkan sekaligus mengerikan.
Sumber : movienthusiast.com
Sumber : movienthusiast.com
Transcendence Trailer :




0 komentar:
Posting Komentar